Flatulensi adalah keluarnya
gas melalui
anus atau dubur akibat akumulasi gas di dalam
perut (terutama dari
usus besar atau kolon). Peristiwa keluarnya gas disebut juga
kentut atau sering disebut juga
buang angin. Kentut biasanya ditandai dengan rasa
mulas di perut.
Dan biasanya berbau busuk.Ini sering menjadi pertanda kalau seseorang:
Kandungan
Gas ini terutama berisi:
nitrogen,
oksigen,
metan (diproduksi
bakteri atau
kuman dan mudah
terbakar),
karbondioksida,
hidrogen
dan lain-lain. Gas yang keluar dapat berbau menyengat akibat kandungan
gas bergugus indol atau hidrosulfida (S-H) yang tercampur. Indera
penciuman manusia cukup reaktif terhadap senyawa-senyawa yang mengandung
gugus ini. Bisa saja kentut terbakar, karena kentut mengandung metana
dan hidrogen yang bersifat mudah terbakar. Kalau terbakar, nyala
apinya berwarna
biru
karena kandungan unsur hidrogen. Tetapi gas kentut tidak akan terbakar
dalam kondisi normal karena konsistensinya lain. Juga suhunya tidak
cukup panas untuk memulai pembakaran.
Fermentasi bakteri dari proses pencernaan memproduksi panas, hasilnya
adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat dan jenuh
dengan produk metabolisme bakteri yang berbau busuk. Kemudian gas ini
menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya. Maka dari itu kentut yang
busuk itu biasanya bersuhu hangat dan tidak bersuara.
Persentase kandungan gas dari gas kentut yang tidak berbau:
- Nitrogen: 20–90%
- Hidrogen: 0–50%
- Karbon dioksida: 10–30%
- Oksigen: 0–10%
- Metan: 0–10%
Penyebab
Penyebab kentut selain faktor kandungan dalam makanan yaitu udara
yang tertelan, makan terburu-buru (apalagi tanpa dikunyah), meminum soft
drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah), sehingga
gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut.
Kacang-kacangan mengandung zat
gula
yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tersebut (raffinose, stachiose,
verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung membuat banyak
gas.
Jagung,
paprika,
kubis,
kembang kol, dan
susu juga merupakan penyebab banyaknya
frekuensi kentut (tetapi bukan baunya).
[2]
Mekanisme
Perut akan terasa mulas bila ingin buang angin.
Kentut keluar melalui lubang dubur karena kepadatannya lebih ringan.
Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di
sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang
menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gasnya untuk
bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus.
Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi
gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan
menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yang
rumit & berbelit-belit. Itulah kenapa gas kentut tidak melakukan
perjalanan ke tubuh bagian atas.
[2]
Banyak kentut yang diproduksi dalam sehari rata-rata setengah liter dalam setiap 14 kali kentut.
[2]
Rata-rata, seseorang yang kentut 10 hingga 20 kali sehari masih
dianggap normal. Dalam frekuensi normal, kentut merupakan hal yang sehat
karena menandakan sistem pencernaan khususnya gerakan peristaltik usus
hingga anus berjalan dengan normal.
[3]
Tambahan
Bau khas dari kentut sebenarnya tidak ada hubungannya dengan masalah gender.
Pria memang sering melakukannya dan bukan berarti baunya lebih menyengat. Tetapi biasanya
wanita
lebih sering menahan kentut dengan alasan estetika. Jika kentut
ditahan, maka akan mengakibatkan perut semakin kembung dan mulas , dan
bau khasnya bertambah semakin busuk karena akumulasi gas dan senyawa
yang terus bertambah di dalam perut. Oleh karena itu seringkali bau
kentut wanita jauh lebih menyengat daripada pria. Makanan sejenis
rempah-rempah dan
kacang-kacangan dapat menambah bau khas kentut.
Gas kentut bersifat asam, karena mengandung karbondioksisa (CO
2) dan hidrogen sulfida (H
2S).
[2]
Kentut dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang tabu (tetapi
terkadang menghibur). Selain membuat ketidaknyamanan sosial, kentut yang
berbau busuk bisa menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman di perut.
[3]
Bau kentut
anjing dan
kucing lebih busuk karena mereka adalah
karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein; Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut
hewan tipe ini lebih busuk. Lain dengan
herbivora seperti
sapi,
kuda,
gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, dan lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau.
[2]
Meminum teh dapat mengurangi bau kentut.
Beberapa cara untuk mengurangi bau kentut:
[3]
Minum
teh herbal setelah makan dapat mencegah terbentuknya gas di usus. Teh
chamomile atau
peppermint, yang dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan benar sehingga mencegah kentut berbau.
- Batasi makanan yang memicu gas di perut
Terlalu banyak makan makanan yang tinggi serat seperti
kacang-kacangan dan umbi-umbian dapat memicu gas di perut. Batasi
sayuran seperti brokoli, kubis,
kecambah dan kembang kol bila sedang mengalami perut kembung.
Alkohol dan minuman bersoda juga dapat membuat seseorang lebih sering kentut dan berbau.
- Perhatikan asupan produk susu
Perhatikan apakah gas dalam perut meningkat saat mengonsumsi produk
susu seperti susu, keju dan yogurt, karena bisa jadi sistem pencernaan
tidak toleran terhadap laktosa, yang bisa menyababkan lebih sering
kentut dengan bau yang busuk.
Berolahraga secara teraturdapat membantu meringankan kentut yang
berlebihan yang menyebabkan kentut berbau busuk. Pilih latihan yang
ringan seperti
jalan kaki (jogging) dan
yoga, yang dapat membantu kerja sistem pencernaan yang sehat sehingga tidak menghasilkan gas yang berlebihan.
Ubah kebiasaan makan untuk membantu tubuh mencerna makanan dengan
benar dan mengurangi udara yang masuk ke perut saat makan. Kunyahlah
makanan dengan perlahan, mulut tertutup, tidak dengan gigitan besar dan
tidak bicara saat makan. Jangan gunakan sedotan saat minum dan hindari
permen karet untuk mencegah lebih banyak udara masuk ke perut.
http://id.wikipedia.org/wiki/Flatulensi